Menciptakan Kelembaban Rumah Burung Walet Sesuai Habitat Asli Walet

Dalam berbisnis sarang walet, tentunya produksi sarang walet melimpah adalah impian terbesar. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sebuah usaha menciptakan kenyamanan bagi burung walet. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kelembaban rumah burung walet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ibrahim dkk (2009),disampaikan bahwa kelembaban relatif yang sesuai pada RBW adalah 80-90% dan kelembaban harian yang ideal  adalah 85-98%. Hal ini sesuai dengan hasil survei lapangan yang menunjukkan bahwa kelembaban udara ideal untuk bangunan walet adalah sekitar 75-95%. Lantas, bagaimanakah cara untuk mengatur kelembaban suhu di dalam (RBW)? Baca sampai akhir, ya!

Tujuan Pengaturan Kelembaban

Menurut studi yang dilakukan oleh Zhao et al. pada tahun 2018, disebutkan bahwa perubahan warna sarang burung dipengaruhi oleh tingkat kelembaban dan kotoran burung. Proses perubahan warna sarang burung walet terjadi secara bertahap seiring dengan peningkatan jumlah feses. Tingkat kelembaban yang lebih tinggi (80%) dalam feses menyebabkan perubahan warna sarang berlangsung lebih cepat. Namun, tanpa adanya feses, bahkan dengan kelembaban yang tinggi di dalam ruangan, ternyata tidak mampu memicu terjadinya perubahan warna pada sarang walet. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kehadiran feses dengan tingkat kelembaban yang sangat rendah (0%) tidak memiliki dampak pada pembentukan warna. Sementara keberadaan feses dengan tingkat kelembaban rendah (< 80%) mengganggu proses pembentukan warna sarang. Oleh karena itu, tingkat kelembaban yang tinggi (80%) dalam feses menghasilkan warna sarang walet yang paling merah.

Kesimpulannya, burung walet cenderung memilih kondisi dengan kelembaban rendah, seperti 75%, tetapi ini dapat mempengaruhi kualitas sarang. Di ruangan dengan kelembaban rendah, kualitas sarang cenderung kurang baik, dan ini juga dapat menghambat pertumbuhan populasi walet di gedung tersebut (Dunia Walet, 2017). Namun, perlu diingat bahwa kelembaban yang terlalu tinggi juga tidak diinginkan karena dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada sarang. Sarang walet yang terlalu lembab akan menjadi lembek dan kehilangan kilau, bahkan bisa berubah menjadi warna kekuningan. Selain itu, kondisi lembab juga memungkinkan hama seperti kutu busuk dan kecoa berkembang dengan mudah (Eka Walet, 2020). Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zamaruhi et al. (2019), yang menyatakan bahwa kelembaban yang berlebihan akan membuat sarang menjadi lembek dan berjamur, sementara kekurangan kelembaban akan membuat sarang rapuh dan mudah hancur.

Langkah-langkah Pengaturan Kelembaban

Ada beberapa cara untuk menjaga dan menstabilkan kelembaban di rumah burung walet, antara lain:

1. Dengan membuat saluran air

Untuk menciptakan kelembaban dan suhu seperti gua, perlu dibuat saluran air. Tujuan dari saluran air ini adalah untuk menciptakan kelembaban dari uap air yang ada di dalam saluran tersebut, sehingga kelembaban di dalam ruangan sama seperti di dalam gua.

2. Dengan membangun kolam

Tujuan dibangunnya kolam renang adalah untuk menghasilkan uap air berupa embun dari sirkulasi air agar kelembaban dalam ruangan dapat sesuai dengan kadar yang dibutuhkan.

3. Dengan memberikan sekam padi

Di atas langit-langit sebaiknya diletakkan sekam padi dengan ketebalan 20-25 cm. Tujuan pemberian sekam padi adalah untuk meredam kelembaban yang ada pada luar ruang RBW sehingga tidak langsung masuk dan mempengaruhi kondisi kelembaban pada RBW.

Solusi Atur Kelembaban RBW Anda

Langkah-langkah di atas mungkin terdengar sulit atau melelahkan. Oleh karenanya, dalam mewujudkan RBW yang optimal dengan kadar kelembaban dalam RBW yang mampu membuat burung walet nyaman pasti akan sangat membutuhkan banyak pertimbangan. Apalagi ketika Anda masih baru memulai usaha budidaya walet.

Oleh karena itu, Gedung Walet mampu menjadi solusi bagi setiap permasalahan untuk menjadikan rumah walet Anda bisa panen besar.

Langsung saja klik tombol di bawah ini!