Pentingnya LMB dengan ranjau besi dan blits lampu untuk mencegah burung hantu
Lubang Keluar Masuk Walet adalah jalan keluar-masuk burung walet dari rumahnya. Untuk rumah walet baru, biasanya ada 12 lubang dengan empat di antaranya di dinding rumah monyet, sebuah fitur khas rumah walet di Sumatera, terutama di Lampung. Lubang ini penting untuk sirkulasi udara, menjaga kelembaban dan suhu ruangan tetap stabil.
Lubang masuk burung walet bisa diibaratkan seperti pagar rumah yang berfungsi sebagai pelindung. Pagar adalah elemen pertama yang dilihat orang saat mengunjungi rumah, dan berfungsi sebagai pembatas atau pengaman. Bagian depan biasanya memiliki pintu yang berfungsi sebagai akses utama. Pagar dapat terbuat dari beton, batu bata, atau campuran semen.
Kehadiran burung hantu dalam gedung walet dapat mengganggu populasi walet dan mengancam keberadaan mereka. Burung hantu bukan hanya memakan tikus, tetapi juga memangsa burung walet. Mereka biasanya masuk melalui lubang masuk burung pada malam hari. Untuk menghindari gangguan ini, penting untuk menjaga ukuran dan posisi lubang masuk burung (LMB) yang sesuai. Ukuran standar LMB adalah 50x80 cm, dengan penempatan sekitar 50 cm dari plafon atas dan 50 cm dari sudut dinding.
Mengatur ukuran LMB yang sesuai adalah penting untuk mengontrol cahaya yang masuk ke dalam gedung walet. Ukuran yang terlalu besar dapat membuka celah bagi predator dan pencuri masuk ke dalam gedung walet, sehingga menjaga ukuran yang tepat sangat diperlukan. Selain itu, menjaga kebersihan LMB dan sekitarnya akan memudahkan burung walet masuk dan keluar dengan lancar.
Lubang Masuk Burung (LMB) tanpa perlindungan sangat berisiko bagi proses budidaya walet karena burung hantu, di antara semua hama walet, merupakan predator paling merusak. Burung hantu dapat menyebabkan kerusakan serius pada kawanan dan koloni walet dalam satu gedung. Apabila burung hantu masuk ke sarang walet, ini akan memaksa walet untuk meninggalkan tempat tersebut, dan bahkan bisa mengancam seluruh populasi walet. Untuk mencegah masuknya burung hantu ke dalam sarang walet, Anda dapat memasang bohlam lampu 10 watt di atas lubang masuk walet, sekitar 50 cm dari bibir lubang. Lampu ini harus dinyalakan sebelum jam 7 malam dan dimatikan jam 5 pagi. Ini akan membantu menjaga keamanan walet dari ancaman burung hantu.
Ketika hewan, khususnya walet, tidak mendapatkan cahaya, hal ini dapat menyebabkan gangguan fisiologis pada organisme tersebut. Energi cahaya memainkan peran penting dalam mengatur bioritme hewan. Penggunaan cahaya buatan pada hewan model menyebabkan berbagai respon, terutama dalam hal metabolisme, reproduksi, dan perilaku. Penelitian menunjukkan bahwa burung (aves) merupakan hewan model yang memberikan respon yang signifikan terhadap paparan cahaya buatan. Memberikan cahaya buatan tambahan pada malam hari, khususnya pada burung, dapat merangsang perkembangan sistem reproduksi, memungkinkan burung mencapai kematangan seksual lebih awal, dan menginduksi pergantian bulu lebih awal daripada dalam kondisi malam yang gelap tanpa cahaya tambahan. (Yang et al., 2016).
Blitz memiliki nilai GN (Guide Number) yang menunjukkan kekuatan lampu kilatnya. Semakin besar GN, semakin kuat cahaya lampu kilatnya. Faktor lain yang mempengaruhi efek lampu kilat adalah bukaan diafragma dan kecepatan film. Bukaan diafragma yang besar dan kecepatan film tinggi meningkatkan jangkauan cahaya blitz. Blitz juga digunakan dalam kondisi terang untuk mengurangi bayangan yang kuat. Cahaya memiliki peran penting dalam mempengaruhi tingkah laku burung, membantu mereka melihat dan beraktivitas.
Hormon somatotropin mengatur pertumbuhan burung, diatur oleh cahaya melalui sistem saraf dan hormon. Cahaya adalah penting untuk kehidupan di Bumi, dan penggunaan lampu dalam rumah walet perlu mempertimbangkan pengaruhnya terhadap suhu dan kelembapan. Pengabutan atau bak air bisa digunakan untuk menjaga kondisi lingkungan yang sesuai. Lampu juga dapat membantu mengusir tikus yang dapat mengancam populasi walet.

