Waspadai Ketidakstabilan Suhu Rumah Burung Walet

Dalam bisnis budidaya burung walet, kondisi rumah burung walet (RBW) sangat penting untuk diperhatikan peternak. Karena hal ini akan sangat berdampak pada kebetahan burung walet dalam bersarang nantinya. Tentunya hal tersebut akan berdampak pada seberapa besar keuntungan yang bisa diraup. Kondisi rumah burung walet juga meliputi suhu ruangan yang stabil, tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin. Lalu, apa saja faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan suhu RBW? Simak informasinya di bawah ini!

Penyebab Suhu RBW Naik

Beberapa faktor penyebab kenaikan suhu RBW, antara lain adalah cuaca. Suhu lingkungan secara alami dapat meningkat akibat cuaca yang memanas. Paparan sinar matahari langsung dan suhu udara yang tinggi dapat meningkatkan suhu pada RBW. Selain itu, sirkulasi udara yang buruk juga bisa menjadi alasan suhu RBW naik. Jika sirkulasi udara di dalam ruangan terhambat, panas bisa terperangkap dan suhu di dalam ruangan bisa meningkat. Sirkulasi udara yang buruk bisa disebabkan oleh kurangnya ventilasi yang memadai. Hal lain yang mengakibatkan kenaikan suhu adalah kesalahan pemilihan material RBW. Beberapa bahan atap seperti asbes dapat meningkatkan suhu bangunan. Asbes cenderung menyerap panas dari lingkungan dan menahan panas dalam jangka waktu yang lama.

Akibat Suhu RBW Naik

Seperti kita ketahui, suhu merupakan faktor penting dalam proses membesarkan burung walet. Namun terkadang suhu  tinggi di atas 30°C membuat menelan menjadi tidak nyaman. Dikutip dari Dunia Walet (2019),  permasalahan utama yang sering dikonsultasikan oleh para peternak burung walet adalah permasalahan suhu burung walet yang mencapai 30°C. Masalah ini terutama terjadi di lantai paling atas. Pasalnya lantai atas merupakan tempat yang paling banyak terkena sinar matahari. Pada saat yang sama, suhu yang terlalu tinggi juga mempengaruhi pembentukan sarang burung walet. Sarang yang terbentuk cenderung mengecil, mudah patah, dan rusak (Budiman, 2002). Hal ini juga didukung oleh Eka Walet (2020) yang berpendapat bahwa suhu yang terlalu panas akan menyebabkan sarang cepat kering, mudah terlepas dari sirip RBW, mudah rusak, dan  bentuk tidak sempurna.

Penyebab Suhu RBW Turun

Selain kenaikan suhu, RBW juga bisa mengalami penurunan suhu. Hal tersebut disebabkan antara lain oleh suhu luar ruangan yang menurun yang berakibat pada suhu di dalam RBW pun kemungkinan besar akan turun. Hal ini bisa terjadi pada musim dingin atau cuaca dingin pada umumnya. Selain itu juga bisa disebabkan terlalu banyak ventilasi. Jika ruangan memiliki ventilasi yang berlebih, udara dingin dari luar akan mudah masuk dan menggantikan udara hangat di dalam ruangan sehingga menyebabkan  suhu turun lebih cepat.

Akibat Suhu RBW Turun

Suhu yang sangat dingin juga mempengaruhi hasil sarang burung. Berdasarkan penelitian Looi dan Omar (2016), suhu dingin mempunyai beberapa pengaruh terhadap kinerja sarang burung walet, antara lain mengurangi produksi air liur. Burung walet mengeluarkan air liur yang mencakup zat-zat seperti lendir dan serat yang mereka gunakan untuk membangun sarangnya. Suhu dingin dapat mengganggu produksi air liur ini dan menurunkan kualitas sarang. Dampak lainnya adalah kerentanan sarang walet akan kerusakan. Jika suhu turun di bawah titik beku, sarang dapat membeku dan rusak secara fisik. Selain itu, penurunan suhu RBW juga menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan sarang burung walet. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas sarang secara keseluruhan.

Solusi Praktis Untuk Rumah Burung Walet Optimal

Untuk menjadikan RBW yang optimal dengan kondisi suhu yang stabil pasti akan sangat menyulitkan. Apalagi ketika Anda masih baru memulai usaha budidaya walet.

Oleh karena itu, silahkan berkonsultasi pada kami. Gedung Walet siap menjadi solusi bagi setiap permasalahan Anda dalam menjadikan rumah walet Anda panen besar-besaran.

Langsung saja klik tombol di bawah ini!